Senin, 04 Januari 2016

BATCHING PLANT beton

Batching plant merupakan alat yang berfungsi untuk mencampur/memproduksi beton ready mix dalam produksi yang besar. Batching plant digunakan agar produksi beton ready mix tetap dalam kualitas yang baik, sesuai standar, nilai slump test dan strength-nya stabil sesuai yang diharapkan, untuk itu komposisi material harus terkendali. Dalam artikel kali ini, dipakai tipe dry mixed. Tipe dry mixed yaitu batching plant yang fungsinya hanya untuk menimbang saja, pengadukan beton ready mix dilakukan pada concrete mixer truck. Semua material yang akan diaduk, sebelumnya ditimbang sesuai dengan mix design dengan memperhitungkan kandungan air dalam material, baik dalam agregat kasar maupun agregat halus (pasir).
Gambar 1.2 Batching Plant
Bagian-bagian batching plant antara lain:
  1. Cement silo, berfungsi untuk tempat penyimpanan semen dan menjaga semen agar tetap baik.
  2. Belt conveyor, berfungsi untuk menarik bahan/material (agregat kasar dan agregat halus) ke atas dari bin ke storage bin.
  3. Bin, berfungsi sebagai tempat pengumpulan bahan/material (agregat kasar dan agregat halus) yang berasal dari penumpukan bahan di base camp dengan bantuan wheel loader untuk di tarik ke atas (storage bin).
  4. Storage bin, digunakan untuk pemisah fraksi agregat. Storage bin dibagi menjadi 4 (empat) fraksi, yaitu: agregat butir kasar (split), butir menengah (screening), butir halus (pasir), dan fly ash.
  5. Timbangan pada alat batching plant dibagi menjadi 3 (dua) macam, yaitu: timbangan untuk agregat, timbangan untuk semen, dan timbangan untuk air.
  6. Dosage pump, digunakan untuk penambahan bahan admixture seperti retarder.
  7. Tempat penampungan air yang berfungsi sebagai supply kebutuhan air pada ready mix.
batching-plan-beton

Spesifikasi Alat :
Type : Dry Mixed Batching Plant
Kapasitas            : 0,5- 2,5 m3
Jumlah Alat       : 1 Batching Plant melayani semua kebutuhan beton ready mix

Alat berat yang dibutuhkan pada batching plant antara lain:
Dump truck
berfungsi untuk mengangkut bahan/material (agregat kasar dan agregat halus) dari quarry menuju ke base camp.

Wheel loader
berfungsi untuk alat angkut bahan/material (agregat kasar dan agregat halus) dari tempat penumpukan material menuju ke bin. Wheel loader memiliki bucket untuk membawa material dan bergerak dengan menggunakan roda karet, sehingga mobilitasnya tergolong cepat.
Cement truck
berfungsi sebagai pengangkutan semen curah dari pabrik semen ke base camp.
Concrete mixer truck
adalah suatu kendaraan truk khusus yang dilengkapi dengan concrete mixer yang fungsinya mengaduk/mencampur campuran beton ready mix, sama dengan alat molen. Concrete mixer truck digunakan untuk mengangkut adukan beton ready mix dari tempat pencampuran beton ke lokasi proyek. Selama pengangkutan, mixer terus berputar dengan kecepatan 8-12 putaran per menit agar beton tetap homogen dan beton tidak mengeras. Prinsip kerja concrete mixer truck ini secara sederhana adalah sebagai berikut.
Dalam drum terdapat bilah-bilah baja, ketika dalam perjalanan menuju lokasi proyek, drum ini berputar perlahan-lahan berlawanan putaran jarum jam sehingga adukan mengarah ke dalam. Perputaran di dalam bertujuan agar tidak terjadi pergeseran ataupun pemisahan agregat sehingga adukan tetap homogen. Dengan demikian, mutu beton akan selalu terjaga sesuai dengan kebutuhan rencana.
Ketika sampai di lokasi proyek dan pengecoran berlangsung, arah putaran drum dibalikkan searah putaran jarum jam dan percepatan putaran diperbesar sehingga adukan beton keluar. Proses pengiriman beton ready mix diatur dengan memperhatikan jarak, kondisi lalu lintas, cuaca, dan suhu, karena hal-hal tersebut dapat mempengaruhi waktu dalam pelaksanaan pekerjaan pengecoran. Pada proyek ini pengadaan concrete mixer truck menjadi tanggung jawab penyedia ready mix.

Sumber :  http://www.ilmusipil.com/batching-plant-beton ( diakses 03 Januari 2016 )

Makalah Proses Produksi Semen

KATA PENGANTAR
Puji  syukur yang tak henti kami panjatkan kepada Allah SWT  atas apa yang telah di berikan kepada kami hambanya yang tak berdaya ini dan tak lupa salawat beriring salam kepada nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan kepada alam yang penuh ilmu pengetahuan .
Sebelum memulai membahas sedikit ilmu yang kami ketahui tentang SEMEN ,hasil diskusi dan kerja kelompok kami ingin berterima kasih kepada dosen yang kami hormati dan para teman sekalian atas kesempatan yang telah diberikan.
Tujuan kami membahas tentang SEMEN  ini adalah tak lain dan tak bukan adalah tugas kelompok yang di tugaskan oleh dosen kami yang kami hormati. Dengan harapan dapat menambah pengetahuan pada salah satu proses produksi semen.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan pembahasan tentang semen ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, sangat diharapkan kritik, saran dan masukan-masukan yang dapat membangun demi kesmpurnaan pembahasan ini.
Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat untuk semua pihak khususnya kami  dan teman-teman. Amin. Atas  perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Semen adalah suatu campuran senyawa kimia yang bersifat hidrolisis, artinya jika di campur dengan air dalam jumlah tertentu akan mengikat bahan-bahan lain menjadi satu kesatuan masa yang dapat memadat dan mengeras. Secara umum semen dapat didefinisikan sebagai bahan perekat yang dapat merekatkan bagian-bagian benda padat menjadi bentuk kuat, kompak dan keras.
 1.2 Sejarah dan perkembangan semen
Semen pada awalnya dikenal di mesir tahun 500 SM pada pembuatan piramida, yaitu sebagai pengisi ruang kosong diantara celah-celah tumpukan batu. Semen yang dibuat bangsa Mesir merupakan kalsinasi gypsum yang tidak murni, sedangkan kalsinasi batu kapur mulai digunakan pada zaman romawi.  Kemudian bangsa yunani membuat semen dengan cara mengambil tanah vulkanik ( vulkanik tuff ) yang berasal dari pulau santoris yang kemudian dikenal dengan santoris cement. Bangsa Romawi  menggunakan semen yang diambil dari material vulkanik yang ada di pegunungan Vesuvius dilembah naples yang kemudian dikenal dengan nama pozzulan cement, yang diambil dari sebuah nama kota italia yaitu pozzuola.
Penemuan bangsa Yunani dan Romawi ini mengalami perkembangan lebih lanjut mengenai komposisi bahan dan cara  pencampuarannya sehingga diperoleh moltar  yang baik. Pada tahun 1756 Jhon smeaton seorang sarjan inggris berhasil melakukan penyelidikan terhadap batu kapur dengan pengujian ketahanan air dari hasil percobaanya disimpulkan bahwa batu kapur lemak yang tidak murni dan mengandung tanah liat merupakan bahan pembuat semen hidrolis yang baik.
1.3 Pabrik-pabrik sejenis di Indonesia.
  • PT.Indocement Tunggal Prakarsa (Semen Tigaroda)
  • PT.Semen Baturaja Persero (Semen Baturaja)
  • PT.Semen Padang (Semen Padang)
  • PT.Semen Gresik (Semen Gresik)
  • PT.Semen Bosowa (Semen Bosowa)
  • PT.Semen Andalas (Semen Andalas)
  • PT.Holcim Indonesia
  • PT.Semen Tonasa (Semen Tonasa)
  • PT.Semen Kupang (Semen Kupang)
BAB II
PEMILIHAN PROSES
 2.1 Jenis-jenis Proses
2.1.1 Proses Basah
Pada proses ini, bahan baku dipecah kemudian dengan menambahkan air dalam jumlah tertentu serta dicampurkan dengan luluhan tanah liat. Bubur halus dengan kadar air  25-40% (slurry) dikalsinasi dalam tungku panjang (long rotary kiln).
 2.1.2 Proses Kering
            Pada proses ini bahan baku diolah (dihancurkan) di dalam Raw Mill  dalam keadaan kering dan halus, dan hasil penggilingan (tepung baku) dengan kadar air 0,5-1% dikalsinasi dalam rotari kiln. Proses ini menggunakan panas sekitar 1500-1900 Kcal /Kg kilnker.
2.2 Perbandingan Proses
Nama proses
Perbandingan proses
Keuntungan
Kerugian
Proses basah
Keuntungan yang didapat pada proses ini diantaranya adalah umpan yang didapat lebih homogen, sehingga semen yang dihasilkan juga lebih baik, tidak dipengaruhi oleh fluktuasi kadar air, serta debu yang dihasilkan relatif sedikit. Kerugian yang didapat pada proses ini diantaranya adalah penggunaan bahan bakar yang lebih banyak dan membutuhkan air yang cukup banyak, tanur yang digunakan terlalu panjang karena memerlukan zone dehidrasi  yang lebih panjang untuk mengendalikan kadar air, serta biaya produksi yang lebih mahal.
Proses kering
Keuntungan yang didapat pada proses ini diantaranya ialah tanur yang digunakan terlalu pendek, pemakaian bahan bakar yang relatif lebih sedikit dan efisien dan membutuhkan air yang relatif lebih sedikit pula, serta kapasitas produksi yang lebih besar. Kerugian yang terdapat pada proses ini diantaranya adalah campuran umpan kurang homogen dibandingkan dengan pada proses basah sehingga mutu semen yang dihasilkan kurang baik,serta banyak menimbulkan debu yang dihasilkan sehingga dibutuhkan alat penangkap debu.
 2. 3 Pemilihan Proses
2.3.1 Proses Basah
Proses Basah Proses ini dimulai dengan mencampur semua bahan baku dengan air. Setelah itu  dihancurkan. Kemudian bahan yang sudah dihancukan tadi dibakar menggunakan bahan bakar minyak. Karena membutuhkan banyak BBM, proses ini sudah jarang dilakukan oleh produsen semen.
2.3.2 Proses kering
Proses ini memakai proses penggilingan yang dilanjutkan dengan proses pembakaran. Ada lima tahapan dalam proses ini, seperti proses pengeringan dan penggilingan bahan baku di rotary dryer dan roller meal, proses pencampuran untuk mendapatkan campuran yang homogen, proses pembakaran bahan baku untuk menghasilkan terak, proses pendinginan terak, dan terakhir proses penggilingan clinker dan gypsum.
BAB III
BAHAN BAKU DAN PRODUK
Bahan baku pembuatan semen terdiri dari 2 komponen yaitu bahan baku utama dan bahan tambahan. Bahan baku utama yang digunakan adalah batu kapur (CaCO3) kemurnian 55%-60% dan tanah liat (Al2O3) kemurnian 65%-70%. Sedangkan bahan penolong yaitu: pasir silica (SiO2), pasir besi (Fe2O3) dan gypsum (CaSO4.2H2O).
 3.1 Spesifikasi Bahan Baku dan Bahan Tambahan          
3.1.1 Bahan Baku
Bahan baku adalah suatu material dasar yang digunakan dalam menciptakan suatu produk.
 3.1.1.1  Batu Kapur/Limestone (CaCO3)
Berdasarkan kandungan CaCO3-nya Batu Kapur dapat dibagi 3 kelompok, yaitu :
  1. Batu Kapur Kadar Tinggi (High Grade). Kandungan CaCO3 nya tinggi, lebih dari 93%, MgO maksimal 2%, bersifat rapuh, H2O maksimal 5%.
  2. Batu Kapur Menengah (Middle Grade). Kandungan CaCO3 88% – 92%, bersifat kurang keras.
  3. Batu Kapur Kadar Rendah (Low Grade). Kandungan CaCO85%-87%, bersifat keras.
         Batu kapur yang digunakan adalah batu dengan kadar tinggi dan menengah (CaCO3 > 88%). Adapun komposisi batu kapur secara umum ditunjukkan pada tabel dibawah ini:
Tabel 1.1 Komposisi Batu Kapur pada Pembuatan Semen Portland
% CaO %SiO2 %Al2O3 %Fe2O3 %MgO %SO3
49 – 56 1,5 – 5 0,6 – 1,2 0,2 – 0,5 1,58 – 2 0,5
Sifat fisik batu kapur:
-     Fase                                 : Padat
-     Warna                              : Putih
-     Kadar air                          : 7-10%
-     Bulk density                    : 1,3 ton/m3
-     Spesifik Gravity              : 2,49
-     Kandungan CaO           : 47-56%
-     Kuat tekan                       : 31,6 N/mm2 (Daya tahan terhadap gaya tekan)
-     Silika ratio                       : 2,6
-     Alumina ratio                  : 2,57

3.1.1.2 Tanah Liat/Clay (Al2SiO7.xH2O)
Semua jenis tanah liat adalah hasil pelapukan kimia yang disebabkan adanya pengaruh air dan gas CO2 dari batuan adesit, granit dan treakti. Batu-batuan ini menjadi bagian yang halus, tidak larut dalam air dan mengendap berlapis-lapis, lapisan ini tertimbun tidak beraturan. Tanah liat bercampur dengan material lain antara lain  Besi Oksida, Kalium Oksida, Natrium Oksida, Phosphor Oksida dan bahan Organik. Sifat dari tanah liat bila dipanaskan atau dibakar akan memampat dan menjadi keras.
Adapun komposisi tanah liat yang digunakan secara umum ditunjukkan pada tabel dibawah ini.
Tabel 1.2 Komposisi Tanah Liat pada Pembuatan Semen Portland
% SiO2
% Al2O3
% Fe2O3
% MgO
           60-65 17-20 5-10   1
 Sifat fisik tanah liat:
-     Fase                                 : Padat
-     Warna                              : Coklat Kekuningan
-     Kadar air                          : 8-25%
-     Bulk density                    : 1.7 ton/m3
-     Spesifik Grafity               : 2,36
-     Silika ratio                       : 2.9
-     Alumina ratio                  : 2,7
 3.1.2 Bahan Penolong
 Bahan tambahan yang digunakan adalah pasir besi atau copper slag, pasir silika dan Gips atau Gypsum.
 3.1.2.1 Pasir silika (SiO2)
Pasir silika berfungsi sebagai pembawa oksida silica (SiO2) dengan kadar yang cukup tinggi yaitu sekitar 90-95 %. Depositnya berbentuk gunung-gunung pasir silika dan berkadar SiO2 sekitar 90 %. Semakin murni pasir silika akan semakin putih warnanya dan biasa disebut pasir kuarsa yang berkadar SiO2 mencapai 98,5 – 98 %. Warna pasir silika dipengaruhi oleh adanya kotoran seperti Oksida Logam dan bahan Organik. Pasir silika ini digunakan sebagai bahan tambahan pada pembuatan semen jika kadar SiO2-nya masih rendah.
Spesifikasi pasir silika :
-     Fase                                 : padat
-     Warna                              : coklat kemerahan
-     Kadar air                          : 6 %
-     Bulk density                    : 1,45 ton/m3
-     Spesifik grafity                : 2,37
-     Silika ratio                       : 5,29
-     Alumina ratio                  : 2,37
3.1.2.2 Gips/Gypsum  (CaSO4.2H2O)
Gypsum ini yang pada umumnya terdapat di gunung-gunung disekitar gunung gamping (kapur) adalah bahan sediment CaSOyang mengandung 2 molekul hidrat. Bahan ini ditambah setelah campuran bahan mentah dibakar menjadi terak. Penambahan gypsum dilakukan pada penggilingan akhir dengan perbandingan 96 : 4. Untuk pembuatan semen gypsum yang diijinkan mempunyai kandungan CaSO4 50–60 % dan air bebas 2,8 %.
Spesifikasi gypsum :
-     Fase                    : Padat
-     Warna                  : Putih
-     Kadar air              : 10%
-     Bulk density        : 1,7 ton / m3
 3.1.2.3 Copper slag
Copper slag  merupakan produk samping pada proses peleburan dan pemurnian tembaga dari bahan baku konsentrat tembaga. Copper slag dihasilkan dari proses peleburan tembaga disemelter dari hasil pengikatan besi dengan pasir silika dan batu gamping yang ditambahkan sebagai fluks untuk membentuk senyawa stabil dari CaO-FeO-SiO2.
Komponen utama copper slag adalah Oksida Besi (FeO), Dioksida Silikon (SiO2), Oksida Kalsium (CaO) dan Oksida Alumminium(AL2O3). Copper slag mempunyai sifat fisik dan kimiawi sangat stabil.
Tabel 3.3 Komposisi Copper Slag pada Pembuatan Semen Portland
% FeO
% SiO2
% CaO
% Al2O3
Specific gravity
True
Apparent
45-55
30-38
3-7
1-5
3,5-3,7
1,0-2,1
Spesifikasi Kopper Slag :
-     Fase                                 : Padat
-     Warna                              : Hitam
-     Bulk density                    : 1,8 ton/m3
         Kandungan besi yang tinggi pada copper slag menyebabkan material ini mempunyai densitas yang tinggi dan juga berat jenis yang lebih tinggi dibandingkan pasir alam. Sebagai pengganti pasir besi alam, copper slag mempunyai keunggulan-keunggulan di bandingkan pasir besi alam, yaitu:
  1. Tidak terpengaruh cuaca
  2. Suplai yang stabil
  3. Kwalitas yang stabil
  4. Mengurangi kebutuhan energy
  5. Harga yang lebih terjangkau
3.2 Spesifikasi Produk
3.2.1 Sement Portland
Semen portland diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu :
1. Tipe I (Ordinary Portland Cement)
Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratn khusus seperti yang dipersyaratkan pada tipe-tipe lain. Tipe semen ini paling banyak diproduksi dan banyak dipasaran
 2. Tipe II (Moderate sulfat resistance)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang. Tipe II ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Pada daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi penggunaan air selama pengeringan agar tidak terjadiSrinkege (penyusutan) yang besar perlu ditambahkan sifat moderat“Heat of hydration”. Semen Portland tipe II ini disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan, dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana proses hidrasi rendah juga merupakan pertimbangan utama.
 3. Tipe III (High Early Strength)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari
 4. Tipe IV (Low Heat Of Hydration)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah. Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara. Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan cracking (retak). Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I.
 5  Tipe V (Sulfat Resistance Cement)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti : air laut, daerah tambang, air payau dsb.
 3.2.2 Water Proofed Cement
Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “Water proofing agent”, dalam jumlah yang kecil seperti : Calcium, Aluminium, atau logam stearat lainnya.Semen ini banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis, misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.
 3.2.3 White Cement (Semen Putih)
Semen putih dibuat umtuk tujuan dekoratif, bukan untuk tujuan konstruktif. Pembuatan semen ini membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses pembuatan yang khusus, seperti misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi dan oksida manganese yang sangat rendah (dibawah 1 %).
 3.2.4 High Alumina Cement
High Alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengersan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat, asam akan tetapi tidak tahan terhadap serangan alkali. Semen tahan api juga dibuat dari High Alumina Cement, semen ini juga mempunyai kecepatan pengerasan awal yang lebih baik dari semen Portland tipe III. Bahan baku semen ini terbuat dari batu kapur dan bauxite, sedangkan penggunaannya adalah antara lain :
  • Rafractory Concrette
  • Heat resistance concrete
  • Corrosion resistance concrete
 3.2.5 Semen Anti Bakteri
Semen anti bakteri adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “anti bacterial agent” seperti germicide. Bahan tersebut ditambahkan pada semen Portland untuk “Self Desinfectant” beton terhadap serangan bakteri dan jamur yang tumbuh. Sedangkan sifat-sifat kimia dan fisiknya hampir sama dengan semen Portland tipe I. Penggunaan semen anti bakteri antara lain :
  • Kamar mandi
  • Kolam-kolam
  • Lantai industri makanan
  • Keramik
  • Bangunan dimana terdapat jamur pathogenic dan bakteri
 3.2.6 Oil Well Cement
Oil well cement adalah semen Portland semen yang dicampur dengan bahan retarder khusus seperti asam borat, casein, lignin, gula atau organic hidroxid acid. Fungsi dari retarder disini adalah untuk mengurangi kecepatan pengerasan semen, sehingga adukan dapat dipompakan kedalam sumur minyak atau gas. Pada kedalaman 1800 sampai dengan 4900 meter tekanan dan suhu didasar sumur minyak atau adalah tinggi. Karena pengentalan dan pengerasan semen itu dipercepat oleh kenaikan temperature dan tekanan, maka semen yang mengental dan mengeras secara normal tidak dapat digunakan pada pengeboran sumur yang dalam. Semen ini masih dibedakan lagi menjadi beberapa kelas sesuai denganAPI Spesification 10 1986, yaitu;
KELAS A
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila sifat-sifat khusus tidak dipersyaratkan
KELAS B
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan tahan terhadap sulfat sedang
KELAS C
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan sifat kekuatan tekan awal yang tinggi
KELAS D
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 sampai 3050  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang sedang
KELAS E
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4270  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi
KELAS F
Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4880  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi
KELAS G
Digunakan untuk cementing mulai surface casing sampai dengan kedalaman 2440 meter, akan tetapi dengan penambahan accelerator atau retarder. Dapat digunakan untuk semua range pemakaian, mulai dari kelas A sampai kelas E

3.2.7 Blended Cement (Semen Campur)

Semen campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh semen portland. Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut diperlukan material lain sebagai pencampur.Jenis semen campur:
1. Semen Portland Pozzolan (SPP)
Semen Portland pozzolan (SPP) atau dikenal juga sebagai Portland Pozzolan Cement (PPC) adalah merupakan semen hidrolisis yang terdiri dari campuran yang homogen antara semen Portland dengan bahan pozzolan (Trass atau Fly Ash) halus, yang diproduksi dengan menggiling klinker semen Portland dan bahan pozzolan bersama-sama atau mencampur secara merata semen Portland dan bahan pozzolon atau gabungan antara menggiling dan mencampur.
 2. Portland Blast Furnace Slag Cement
Portland Blast Furnace Slag Cement adalah semen Portland yang dicampur dengan kerak dapur tinggi secara homogen dengan cara mencampur bubuk halus semen Portland dengan bubuk halus slag atau menggiling bersama antara klinker porland dengan butiran slag.  Activitas slag (Slag Activity) bertambah dengan bertambahnya ratio CaO + MgO/SiO2 + Al2O3 dan glass content. Tetapi biasanyan keberadaan ratio oksida dan glass Content tersebut saling berkebalikan. Beberapa sifat slag semen adalah sabagai berikut :
  1. Jika kehalusannya cukup, mempunyai kekuatan tekan yang sama dengan semen portland.
  2. Betonnya lebih stabil dari pada beton semen portland
  3. Mempunyai permebility yang rendah
3. Semen Masonry
Semen masonry pertama kali diperkenalkan di USA, kemudian berkembang kebeberapa negara.Secara tradisional plesteran untuk bangunan umumnya menggunakan kapur padam, kemudian meningkat dengan dipakainya semen portland yang dicampur dengan kapur padam. Namun karena dianggap kurang praktis maka diperkanalkan Semen Masonry .
 4. Portland Composite Cement (Semen Portland Campur)PCC -SPC
Menurut SNI 17064-2004, Semen Portland Campur adalah Bahan pengikat hidrolisis hasil penggilingan bersama sama terak (clinker) semen portland dan gibs dengan satu atau lebih bahan anorganik, atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain terak tanur tinggi (blastfurnace slag), pozzoland, senyawa silika, batu kapur, dengan kadar total bahan anorganik 6 – 35 % dari massa semen portland composite. Menurut Standard Eropa EN 197-1 Portland Composite Cement atau Semen Portland Campur dibagi menjadi 2 Type berdasarkan jumlah Aditive material aktif.
  1. 1.    Type II/A-M mengandung 6 – 20 % aditif
  2. 2.    Type II/B-M mengandung 21 – 35 % aditif
Kalau pada Portland Pozzolan Cement (Semen Portland Pozzolan) aditif yang digunakan hanya 1 jenis maka pada Portland Composite Cement ini aditif yang digunakan lebih dari 1 jenis atau 2 jenis maka semen ini dikelompokkan pada TERNARY CEMENT.
BAB IV
URAIAN PROSES
 4.1 Proses Penyiapan Bahan Baku
Semua bahan baku dihancurkan sampai menjadi bubuk halus dan dicampur sebelum memasuki proses pembakaran. Pengeringan awal bahan baku diperlukan untuk proses penggilingan dengan sistim kering dan sebelum dilanjutkan pada proses selanjutnya bahan tersebut harus dianalisa terlebih dahulu. Analisa yang dilakukan meliputi :
1. Analisa Kadar Air Bahan Mentah
2. Analisa kadar CaO, SiO2, Al2O3, Fe2O3 dan MgO
 4.2 Proses Pembuatan Produk secara kering
4.2.1 Crusher
         Crusher terdiri atas 2 macam yaitu : Limestone dan Clay cutter. Lemestone Crusher berfungsi untuk menghancurkan batu kapur menjadi ukuran ±10 cm dari ukuran ± 60 cm. Clay cutter berfungsi untuk memotong tanah liat menjadi ukuran ±10 cm. Kecepatan pemotongan pada masing-masing proses mencapai 1400 ton/jam.
         Produk dari Limestone Crusher dan Clay Cutter ini dimasukkan dalam satu alat transportasi berupa Belt Conveyor, kemudian dimasukkan ke dalam Pile storage. Dalam Satu kali pengisian disiapkan ± 45000 ton campuran Limestone dan Clay atau disebut Mix Limestone Clay. Material mix ini dan material koreksi yang terdiri dari limestone high grade, silika sand dan iron sand dimasukkan dalam satu campuran tertentu. Selanjutnya campuran tersebut dimasukan ke dalam Raw Mill untuk diproses lebih lanjut sebagai umpan kiln.
 4.2.2 Raw Mill
         Raw Mill merupakan suatu peralatan yang berfungsi untuk menghaluskan dan mengeringkan material produk dari Crusher. Peralatan ini memakai sistem grinding table dan aliran udara panas, pengering yang berasal dari cooler dengan suhu ± 86ºC. Raw Mill mempunyai kapasitas 600 ton/jam.
         Material Mix produk dari Crusher dihaluskan dan material koreksi yang terdiri dari limestone hight gradt, Silika sand dan Iron sand dimasukkan dalam satu campuran tertentu kemudian dialirkan melalui Bucket ke Cooler Mill. Material produk dari Raw Mill mempunyai kehalusan 80% lolos pada saringan 170 Mesh. Produk ini kemudian disimpan dalam silo-silo penyimpan sebagai umpan kiln, sedangkan material yang masih belum memenuhi standar kehalusan Raw Mill dialirkan kembali ke Bucket untuk digiling ulang.
4.2.3 Kiln (Pembakaran)
         Kiln adalah suatu unit peralatan berbentuk tanur putar yang berfungsi untuk membakar umpan menjadi suatu material yang disebut Clinker. Kiln menghasilkan Clinker 7500 ton/hari. Produk kiln merupakan bahan setengah jadi yang berbentuk bulatan dengan diameter 1-8 cm. Clinker ini merupakan senyawa kompleks yang terbentuk dari lelehan oksida-oksida umpan pada temperatur 650 – 1400ºC. Proses pemanasan terjadi bertahap, mulai dari penguapan kadar air, kalsinasi sampai pada proses  Clinkerisasi. Pemanasan pada kiln dimulai dengan pemanasan awal pada cyclon (preheater) yang terdiri dari 4 stage. Stage 1 dan 2 berfungsi untuk penguapan air, stage 3 dan 4 berfungsi untuk kalsinasi dengan temperatur 800-880ºC. Proses Clinkerisasi terjadi pada Kiln Cell dengan temperatur 1400ºC. Selanjutnya lelehan yang keluar dari Kiln didinginkan dalam cooler  secara mendadak melalui ayakan sehingga produk yang keluar berbentuk granular. Clinker yang dihasilkan disimpan dalam doom (Storage Clinker).
4.2.4 Finish Mill
         Finish Mill adalah suatu unit peralatan  yang berfungsi sebagai penggiling akhir. Mill yang berukuran 13 m dibagi atas dua kompartemen, yaitu kompartemen pertama sepanjang 2,5 m berisi grinding Ball (Bola-bola Baja) berdiamete 40 – 70 mm fungsinya untuk pemecahan bahan material. kemudian material masuk ke kompartemen kedua sepanjang 10,5 m yang berisi grinding Ball berdiameter 17 – 20 mm. Clinker bersama-sama dengan Gysum digiling dalam mill tersebut, sehingga diperoleh semen dengan kehalusan tertentu. Produk Finish Mill disimpan dalam silo semen dan siap untuk dipacking.
4.3 Analisa Produk
 Dalam proses analisa ini bahan yang digunakan adalah produk dari finish mill:
  1. Analisa Kehalusan Semen (Mesh)
  2. Analisa Free Lime Terak dan Semen
  3. Analisa Normal Konsistensi
  4. Analisa Waktu Pengikatan Semen dengan Alat Vicat
  5. Analisa Pemuaian (Ekspansi)
  6. Analisa Kuat Tekan
  7. Analisa Warna dengan Colormeter
  8. Analisa Hilang Pijar dalam Semen ( LOI )
  9. Analisa Insoluble OPC dan PPC dalam Semen
 BAB V
PENUTUP
 5.1 Kesimpulan
  1. Semen terbuat dari batu kapur (CaCO3) kemurnian 55%-60% dan tanah liat (Al2O3) kemurnian 65%-70%. Sedangkan bahan penolong yaitu: pasir silica (SiO2), pasir besi (Fe2O3) dan gypsum (CaSO4.2H2O).
  2. Proses pruduksi semen terdiri dari dua proses yaitu proses kering dan proses basah.
  3. Proses yang kami gunakan pada makalah ini adalah proses kering.
  4. Tahapan pembuatan semen melalui proses kering meliputi proses crusher, raw mill, kiln dan finish mill.
  5. Semen terbagi dua yaitu semen Portland dan non Portland.
5.2 Saran
Agar kapasitas produksi semen tidak menurun maka alat produksi harus diperhatikan kinerjanya setiap 5 tahun. Dan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan maka pengontrolan terhadap alat harus dilakukan setiap jam kerja.

DAFTAR  PUSTAKA

 Australian standart , “ Methods for the Analisis and Testing of Coal and Cake “   1994.
Parray E Kurt ,  “ Cement Manufacture Hand Book “ chemical publishing co inc , NewYork , 1979 .
Pwerry Robert H , Perry Chemical Engineer “ s Hand  Book “ , 6 th edition , Mc Graw-Hill , New York . 1984
Shreve , “ Chemical proses Industries “, 3 rd edition , Mc Graw – Hill , New York , 1967
Watson W , “ Carddock  Q . L , “ Cement Chemist and wowks Manager “ s Hand Book”. 2 nd edition , concrete Publication Limited , London .
———– , “  Tekhnologi Semen “ , Pusat pendidikan dan pelatihan PT . Semen Gresik ,1983 .
http://id.shvoong.com/
 http://cheeng09.blog.com/2012/01/24/proses-produksi-semen/ ( diakses 03 Januari 2016 )

===>Semoga bermanfaat dan menjadi bahan yang dapat dijadikan referensi<==
===>Kritik dan Saran pasti akan sangat membantu<==

Jenis-jenis Semen dan Fungsinya

Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan Jenis-jenis Semen dan Fungsinya. Semen memiliki beberapa jenis dan setiap jenis mempunyai fungsinya masing-masing, berikut adalah beberapa jenis semen dan fungsinya
Jenis-jenis Semen dan Fungsinya
1. Semen Portland Type I
Fungsi semen portland type I digunakan untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memakai persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Cocok dipakai pada tanah dan air yang mengandung sulfat 0, 0% – 0, 10 % dan dapat digunakan untuk bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung bertingkat, perkerasan jalan, struktur rel, dan lain-lain.

2. Semen PortLand type II
Fungsi semen portland type II digunakan untuk konstruksi bangunan dari beton massa yang memerlukan ketahanan sulfat ( Pada lokasi tanah dan air yang mengandung sulfat antara 0, 10 – 0, 20 % ) dan panas hidrasi sedang, misalnya bangunan dipinggir laut, bangunan dibekas tanah rawa, saluran irigasi, beton massa untuk dam-dam dan landasan jembatan.

3. Semen Portland type III
Fungsi semen portland type III digunakan untuk konstruksi bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan terjadi, misalnya untuk pembuatan jalan beton, bangunan-bangunan tingkat tinggi, bangunan-bangunan dalam air yang tidak memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat.

4. Semen Portland type IV
Fungsi Semen Portland type IV digunakan untuk keperluan konstruksi yang memerlukan jumlah dan kenaikan panas harus diminimalkan. Oleh karena itu semen jenis ini akan memperoleh tingkat kuat beton dengan lebih lambat ketimbang Portland tipe I. Tipe semen seperti ini digunakan untuk struktur beton masif seperti dam gravitasi besar yang mana kenaikan temperatur akibat panas yang dihasilkan selama proses curing merupakan faktor kritis.

5. Semen Portland type V
Fungsi semen portland type V dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/ air yang mengandung sulfat melebihi 0, 20 % dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan, dan pembangkit tenaga nuklir.

6. Super Masonry Cement
Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K 225. Dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton, hollow brick, Paving Block, tegel dan bahan bangunan lainnya.

7. Oil Well Cement, Class G-HSR (High Sulfate Resistance)
Merupakan semen Khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi, OWC yang telah diproduksi adalah class G, HSR ( High Sulfat Resistance) disebut juga sebagai ” BASIC OWC” . adaptif dapat ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperatur.

8. Portland Composite Cement (PCC)
Semen memnuhi persyratan mutu portland COmposite Cement SNI 15-7064-2004. Dapat digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton. Struktur bangunan bertingkat, struktur jembatan, struktur jalan beton, bahan bangunan, beton pra tekan dan pra cetak, pasangan bata, Plesteran dan acian, panel beton, paving block, hollow brick, batako, genteng, potongan ubin, lebih mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak, lebih tahan terhadap sulfat, lebih kedap air dan permukaan acian lebih halus.

9. Super ” Portland Pozzolan Cement” (PPC)
Semen yang memenuhi persyaratan mutu semen Portland Pozzoland SNI 15-0302-2004 dan ASTM C 595 M-05 s. Dapat digunakan secara luas seperti :
- konstruksi beton massa ( bendungan, dam dan irigasi)
- Konstruksi Beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat ( Bangunan tepi pantai, tanah rawa) .
- Bangunan / instalasi yang memerlukan kekedapan yang lebih tinggi.
- Pekerjaan pasangan dan plesteran

Sumber:  http://civilkitau.blogspot.co.id/2014/03/jenis-jenis-semen-dan-fungsinya.html ( diakses 03 Januari 2016 )

Jumat, 01 Januari 2016

10 Jalan Paling Ekstrim di Dunia

10. Stelvio Pass Road Trollstigen (Italia)

 

 

Jalan beraspal kedua tertinggi di sepanjang jalur pegunungan Alpen setelah jalan Col de l’seran (2770 m). Stelvio Pass Road menghubungkan Valtellina dengan bagian atas lembah Adige dan Merano.
Letaknya di pegunungan Alpen yg masuk ke Italia, dekat Bormio dan Sulden, 75 km dari Bolzano, dekat perbatasan negara Swiss.


Walaupun kurang begitu berbahaya dibandingkan jalanan yg lain, tetap saja jantung kita akan berdebar2 saat melintasi jalan ini. Dengan 48 buah kelokan2-nya yg tajam, jalanan ini dijuluki sebagai salah satu jalan berkelok terpanjang yg paling bagus.

9. The A682 Road (Inggris)

 


Jalur A682 di antara persimpangan 13 dari jalur M65 dengan Long Preston mrpk jalanan terparah di Inggris Raya. Dilaporkan bahwa telah terjadi sekitar 100 kecelakaan di jalur ini selama 10 tahun belakangan. Jalur sepanjang 14 mil di Yorkshire utara ini telah mengakibatkan terjadinya 22 kecelakaan yg sangat fatal selama 3 tahun belakangan. Jalur ini sangat disukai para pengendara motor, apalagi utk berkendara di Minggu pagi.

8. Trollstigen (Norwegia)

 


Trollstigen yg berarti Tangga Troll (Troll = raksasa dlm legenda Yunani) adalah jalanan yg melintasi pegunungan di Rauma, Norwegia, bagian dari Jalan Nasional Norwegia 63 yg menghubungkan Ã…ndalsnes di Rauma dan Valldal di Norddal.
Daerah ini sering dikunjungi turis krn terdiri dari jalur2 pendek yg berkelok2 secara tajam. Walaupun beberapa tahun belakangan sudah diperlebar, kendaraan yg lebarnya melebihi 12,4 meter dilarang melintasi jalan ini. Di puncak jalan ini terdapat lahan parkir yg cukup luas.


Dari lahan parkir tsb kita bisa berjalan kaki selama 10 menit ke sebuah balkon utk menikmati pemandangan jalan berkelok2 serta air terjun Stigfossen yg tingginya 320 meter.

7. Patiopoulo-Perdikaki Road (Yunani)

 


Jalan ini merupakan satu jalur pendek yg sangat ramai, yg membentang antara Patiopoulo ke Perdikaki, Yunani. Jalurnya menanjak serta berbahaya krn banyak bagian2 yg rusak serta berbukit2 tanpa penerangan ataupun fasilitas keamanan yg memadai.
Kendaraan yg melintasi bukit seringkali tidak melihat kendaraan lain yg menuju ke arahnya. Apalagi di jalur ini seringkali dipakai oleh pejalan kaki, ternak, truk, bus dan mobil.

6. James Dalton Highway (Alaska)

 


Jalan raya James Dalton memiliki panjang 414 mil dan terbuat dari batu2 gravel. Jalan ini menuju ke arah utara dari Livengood (keluar dari Jalan Raya Elliott), melalui padang es kutub utara menuju ke jalur paling utara dari Alaska.
alanan ini dipakai utk menyuplai tambang minyak Prudhoe Bay, shg di sini akan sering anda temui traktor2 serta trailer2 berukuran besar. Setiap kali mrk lewat akan menyebabkan batu2 beterbangan. Hampir semua perusahaan rental mobil tdk memperbolehkan mobil2 mrk dipakai melintasi jalan ini.


Kombinasi antara batu2 gravel yg licin (baik akibat es ataupun lumpur) serta batu2 dan debu beterbangan yg menyebabkan pandangan sama sekali tertutup mengancam keselamatan anda. Jgn sekali2 utk melewati jalan ini, kecuali mobil anda berjenis 4WD serta dilengkapi radio CB, bahan bakar ekstra, ban cadangan, persediaan makanan serta berbagai bekal lain utk survival.

5. Sichuan-Tibet Highway (China)

 


Jalan raya Sichuan-Tibet memiliki kemiringan yg tinggi, yaitu di daerah antara Chengdu dan Tibet. Tanah longsor dan salju longsor seringkali terjadi di daerah ini, yg menjadikan jalanan ini menjadi sangat berbahaya.

4. Siberian Road to Yakutsk (Rusia)

 

Jalan raya yg menghubungkan Moscow dgn Yakutsk ini terkenal paling dingin sedunia di luar benua Antartika. Oleh krn itu jalan ini tdk bisa diaspal. Akibatnya bisa diduga. Saat musim panas tiba, hujan yg turun akan menyebabkan jalan menjadi rusak parah.

3. Ruta 5: Arica to Iquique Road (Chile)

 

Jalanan dari Afrika menuju Iquique ini terkenal berbahaya. Saat kita berkendara dgn kencang, maka angin dari samping yg amat kencang bisa mendorong mobil kita terjun ke lembah yg dalam.
Apalagi saat ada yg menyalip, maka kekuatan angin akan semakin berlipat. Krn letaknya di tengah padang pasir, maka seringkali muncul halusinasi yg bisa menipu pandangan para pengendara. Oleh krn itu utk bisa selamat dari jalanan ini dibutuhkan konsentrasi yg berlebih dlm berkendara.

2. Guoliang Tunnel Road (China)

 


Jalan di gunung Taihang dibangun oleh penduduk setempat. Selama lima tahun, terowongan dengan panjang 1,2 km, tinggi 5 meter dgn lebar 4 meter ini dibangun. Beberapa orang meninggal dlm kecelakaan selama pembangunan jalan tsb. Terowongan tsb akhirnya dibuka pada tgl 1 Mei 1977. Letaknya di propinsi Hunan, RRC.
 

1. The Death Road (Bolivia)

 


Yungas Road sebelah utara yg dikenal sbg Death Road (Jalan Kematian) terletak di km 61 s/d 69 dari kota La Paz menuju ke Coroico (Ibukota Bolivia, wilayah Amazon) di propinsi Yungas, Bolivia. Di thn 1995 Inter American Development Bank menjulikinya sbg Jalan Kematian. Diperkirakan 200-300 orang per tahun meninggal saat melintasi jalur ini.
Di akhir tahun 2006, setelah dibangun selama 20 thn, sebuah jalan lintas (by pass) dari La Paz menuju Coroico akhirnya bisa dipakai. Akibatnya Jalan Kematian ini tidak lagi seramai dulu. Bisa ditebak, tingkat kecelakaan-pun menurun.



Sumber : www.kaskus.us ( diakses 02 Januari 2016 )

Cara Kreatif Belanda Belajar dari Alam dan Bertahan di Bawah Air


Dilihat dari segi geografi, Indonesia merupakan negara yang beruntung. Bagaimana tidak? Tanah air Indonesia yang menyebar di sekitar khatulistiwa menjadikan negeri ini beriklim tropis. Letak kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, membuat wilayah Indonesia strategis berada pada posisi silang. Hal ini mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian. Total daratan Indonesia 1.922.570 km² dengan daratan non-air: 1.829.570 km² dan daratan berair: 93.000 km². Dengan lima pulau besarnya  Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya, Indonesia kaya akan potensi alam, laut, dan tanah yang subur. Sampai muncul lagu Koes Plus berjudul Kolam Susu yang terinspirasi dari kayanya Indonesia
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Yap, melihat fakta-fakta di atas, sebagai orang Indonesia kita dapat berbangga hati. Namun, jika kita melirik sedikit ke negara yang memiliki hubungan dekat dengan Indonesia selama 350 tahun di masa silam, tentu rasa syukur itu akan bertambah, bahkan dapat berubah menjadi decak kagum. Mengapa?  Fasilitas alam dan kenyamanan geografis yang kita miliki sayangnya tidak dimiliki negara tersebut, tetapi apakah itu membuat negara asal legenda pesepakbola Ruud Gullit tersebut menjadi terpuruk? Hmm…
Belanda nama negeri itu. Tentu anda tahu kalau bentuk permukaan tanah Belanda termasuk yang unik. Terletak di benua Eropa dengan berbatasan langsung dengan Laut Utara, Belanda memiliki permukaan tanah yang sangat rata. Hampir separuh dari negara Belanda berada kurang satu meter dari permukaan laut. Permukaan tertingginya hanya 321 meter di permukaan laut, yaitu propinsi Limburg, yang berada di bagian tenggara negeri Belanda. Bagaimana dengan permukaan terendahnya? Daerah bernama Nieuwerkerk aan den Ijssel berada berada 6.76 dibawah permukaan laut!
 Wah, jika begitu bagaimana penduduk di sana bertahan dari bentukan alam yang tidak mendukung tanah negerinya? Belajar dari tempaan alam asli, ternyata malah membuat Belanda menjadi lebih kreatif. Banjir besar dan lautan badai yang berulang kali menerpa mendorong negara Oranye ini pantang menyerah pada keadaan, Si Oranye ini tetap optimis membangun masa depannya.
Sampai di sini, Anda pun tentu paham mengapa Belanda disebut negara  bendungan? Betul, untuk bertahan dari terjangan air maka dibuatlah bendungan-bendungan untuk menahan air yang mengelilingi tanah Belanda. Bendungan pertama dibangun seribu tahun lalu (bisa dibayangkan? Itu 1000 tahun yang lalu!). Caranya: danau-danau dikeringkan, polder (tanah reklamasi) dibangun, dan ketinggian air dikontrol. Sampai pada akhirnya pembangunan bendungan berujung pada suatu karya raksasa.
Afsluitdijk nama karya tersebut. Pada monumen bendungan Afsluitdijk tertulis: “Bangsa yang hidup, membangun masa depannya”. Dari kalimat tersebut dapat tercermin gigihnya perjuangan para penggagasnya. Afsluitdijk adalah salah satu mahakarya modern Belanda, satu keping bendungan yang membentang sepanjang 32 km lurus-lempeng, dengan lebar 90 m, seolah seperti garis yang membelah lautan. Dengan ketinggian 7,25 meter dari permukaan laut, di atas bendungan tersebut terbentang jalan bebas hambatan dan jalur khusus untuk sepeda. Afsluitdijk sungguh merupakan pemandangan indah bagi orang yang berkendara di atasnya.
Afsluitdijk mulanya dibangun pada tahun 1927 dan 1933. Didorong oleh terjadinya banjir besar yang tiada hentinya, akhirnya pemerintah Belanda pun meloloskan rencana pembangunan bendungan ini. Pada tahun 1920 dimulailah suatu proyek ambisius yang dimulai dengan: ‘menguras dan mengeringkan’ laut. Terbayangkah oleh Anda bagaimana menguras kaut? Untuk menguras air tergenang akibat banjir di komplek perumahan saja sulit, apalagi menguras laut?
Lalu, apakah sampai di situ saja perjuangan negeri tulip ini dalam membangun bangsanya? Ternyata belum, alam telah mengajarkan mereka untuk tangguh dan kreatif bertahan. Maka suatu pekerjaan mahakarya konstruksi modern yang jauh lebih besar dan rumit dari Afsluitdijk dirancang. Delta Works namanya, proyek ini adalah pembangunan tanggul penahan gelombang laut. Perencanaan tata ruang dan konstruksi difokuskan pada pemisahan air dan dataran. Delta Works yang dibangun berkelanjutan dari tahun 1950an–1997 ini masih dilanjutkan lagi konstruksinya karena situasi terakhir pemanasan global dan naiknya permukaan air laut. Dengan tembok setinggi 13 meter dari permukaan laut, sistem ini diyakini mampu menahan badai besar yang terjadi di Belanda.
Dengan total panjang 16.500 km, yang terdiri dari 2.420 km bendungan utama dan 14.080 km bendungan sekunder, jumlah totalnya adalah 300 struktur raksasa. Tentu tidak diragukan lagi Afsluitdijk dan Delta Work, dua mega proyek tersebut kini dipercaya menjadi salah satu keajaiban konstruksi raksasa di dunia modern ini.
Belajar dari tuntutan alam dan ‘dipaksa’ berkreasi untuk dapat bertahan di negara sendiri memanglah tidak mudah. Mungkin itulah yang menyebabkan bidang konstruksi Belanda berkembang sedemikan pesat.
Berkaca dari negara kincir angin ini, banyak hal yang bisa kita ambil hikmahnya: melihat kekuatan dari pembelajaran alam, membangun sesuatu yang sulit menjadi mungkin, dan mewujudkan hidup di bawah lautan! Saatnya kita kembali menelaah diri sendiri. Seperti yang Koes Plus bilang, tanah kita tanah surga, mungkin kita sudah terlalu terlena dengan surga yang kita miliki. Saatnya bangkit, belajarlah dari alam!
Referensi:
  1. http://umum.kompasiana.com/2010/03/25/air-ancaman-dan-sahabat-orang-di-belanda/ (akses 1 Mei 2012)
  2. http://www.deltawerken.com/Deltaworks/23.html (akses 1 Mei 2012)
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Afsluitdijk (akses 1 Mei 2012)
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda (akses 1 mei 2012
  5.  http://www.cityguiderotterdam.com/day-tours/delta-works-holland/ (akses 2 Mei 2012)
  6.  https://moniqblueprint.wordpress.com/2012/05/09/cara-kreatif-belanda-belajar-dari-alam-dan-bertahan-di-bawah-air/ ( diakses 2 Januari 2016 )